Martin Djong, Hasil dari Cinta, Talenta, dan Passion Terhadap Musik

Updated: Dec 20, 2019


Bagi kalian yang ingin menjadi drummer papan atas, kali ini kami membahas sebuah figur yang sangat cocok untuk kalian. Drummer yang satu ini, kecintaannya terhadap musik membuahkan hasil yang sangat memuaskan yang cukup bisa menjadi inspirasi kalian. Kalian penasaran seperti apa?


Dengan nama asli dan nama panggung Martin Djong, ia adalah seorang drummer yang lahir pada tanggal 12 Maret 1990. Ia adalah seorang pria yang mempunyai gelar Sarjana Ekonomi dari Untar (Universitas Tarumanegara). Pertama kali menyentuh alat musik drum yaitu pada waktu ia menjalani pendidikan SMP 1. Dari kecil, ia memang suka hal-hal yang berhubungan dengan musik seperti mengoleksi kaset, koleksi VCD konser, dan hal lainnya yang berhubungan dengan musik dan live show performance.



Awal ketertarikannya pada alat musik drum ketika Martin mendengarkan band Linkin Park pada waktu kelas 6 SD. Setelah itu, karena ketertarikannya itu kakaknya mengajak ia main ke studio musik hanya untuk sekedar jamming dan "mencoba-coba". Tapi, yang membuat kami kagum adalah ia bercerita bahwa disaat pertama kali ia bertemu dengan alat musik drum, ia sudah bisa langsung "dapet" soulnya, tanpa les, tanpa belajar, cuma bermodalkan lihat-lihat VCD konser, mendengarkan lagu dari kaset. Dari titik itulah ia beranggapan bahwa drum ini adalah "sesuatu" dalam hidupnya.


Kemudian, pada waktu ia kelas 2 SMP hobby tersebut berlanjut sampai akhirnya ia berkeputusan untuk mendalami drum lebih dari sekedar hobby. Martin mulai menjalani pelayanan di gereja dan pertama kali ia perform didepan umum adalah ketika menjalani pelayanan tersebut; baik di gerejanya sendiri maupun di kebaktian sekolah.


Martin pertama kali mendapat gigs yang ada feenya pada waktu ia kelas 1 SMA (2006), yaitu mengiringi acara Sweet 17th teman sekelasnya. Pada saat itu, ia hanya dibayar Rp.250,000,- dan karena memang ia adalah orang yang sangat menyukai musik & drum, uang itupun langsung dihabiskan untuk membeli peralatan drum seperti cymbal dan sebagainya. Pada saat itu, ia menganggap bermain musik belum menjadi sebuah profesi karena pendapatan dari musik yang memang belum stabil. Tapi ketertarikannya terhadap musik semakin kuat pada waktu dia di SMA, dia rutin ikut festival/lomba band dan selalu mendapat juara bersama teman-temannya. Sampai pada waktu kelas 3 SMA, ia nekat untuk ikut lomba berskala nasional yang berjudul "Indomie Jingle Dare". Dalam lomba itu, Martin berhasil meraih posisi juara 2 dan diliput Tv nasional.


Setelah ia mengikuti lomba tersebut, ia sadar kalau kesukaannya terhadap musik selama ini bukan cuma sekedar hobby, tapi sudah kearah yang lebih serius dan dia berpikir "ini yang gue mau". Berlanjut sampai tahun 2009, dia ikut kompetisi drum tingkat nasional, tapi tingkat finalpun tidak digapainya. Kemudian pada tahun 2010, Martin diajak join ke satu group orchestra mandarin bernama Nanfeng Nusantara. Dalam tahap ini, bisa dibilang sebuah kata "profesi" sebagai pemusik bisa dibilang "ON". Hebatnya, di Nanfeng Nusantara ini, ia sampai mendapat kesempatan bermain di World Expo di Shanghai mewakili Indonesia. Acara tersebut dihadiri juga oleh Bpk. Presiden Indonesia saat itu.



Sejak saat itu, karirnya mulai meningkat . Ia mulai mengirini penyanyi-penyanyi solois pendatang baru, daftar job reguler di cafe-cafe. Pada tahun 2012, bandnya mendapat kesempatan kerja bersama penyanyi Teza Sumendra untuk mengiringi beberapa gigsnya di cafe-cafe. Sampai pada akhirnya, Teza memutuskan untuk bersolo karir, dan bandnya menjadi band pengiring pribadinya (Teza Sumendra and The Stepbrothers). Pada tahun 2012 - 2017, karirnya sebagai musisi mengingkat cukup drastis. Selain menjadi band pribadi pengiring Teza Sumendra sebagai The Stepbrothers, ia juga mengiringi Kunto Aji, Rick Karnadi, Ade Fabiola, BoyzIIBoyz, The Nelwans, Matthew Sayerz, Laid This Night, dan tetap sekali-kali mengirini Nanfeng Nusantara. "Karena sudah terjun sebagai pemusik professional, segala tawaran saya terima asal itu halal", kata Marting Djong sambil tertawa.



Pada tahun 2016 dia mendapat endorsement dengan brand cymbal Bosphorus, Pi Audi Monitor, Wave Audio Monitor, dan pada tahun 2017 ia deal dengan ID Throne, Stick Twirl, dan baru-baru ini ia mendapat endorsement dengan Ghertz Stick Drum. Brand-brand tersebut sangat membantu karirnya sebagai musisi.


Martin juga sering mengupload videonya sedang perform ataupun drum covernya di Youtube, dan pada tahun 2016 ia juga memulai vlog, menceritakan bagaimana kisah hidup menjadi seorang musisi.



Selain menjalani profesinya sebagai musisi, pada tahun 2017 akhir ia juga memulai berbisnis membuka music store yang menjual accessories dan peralatan untuk para drummer. Tidak disangka, bisnis tersebut berjalan sangat lancar bahkan kadang sampai susah untuk membagi waktunya karena jadwal gigs yang sibuk.


Kehidupan sehari-hari Martin Djong adalah berkutik di social media, tidak disangka platform tersebut sangat mendukung karirnya sampai saat ini. Yang awalnya mengupload video cover drum di Youtube, Instagram, ternyata dilihat oleh brand-brand alat musik sampai ia mendapat tawaran endorsement yang sangat banyak. "Awalanya cuma posting karena memang gue seneng dan suka ternyata membawa berkah di kemudian hari", kata Martin Djonk.


"Cuma mau share satu inti penting di kehidupan.. Do what you love, and love what you do. Karena BIG THINGS, pasti terjadinya berawal dari passion dan kesukaan seseorang akan sesuatu. Kalo kamu sendiri aja ga suka sama apa yang kamu lakukan, gimana orang lain bisa suka? :) Jadi kerjakan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan sepenuh hati, dengan sebaik mungkin. Pasti berhasil!" Kata-kata tambahan dari Martin Djong.


Passion akan terus menggerakanmu untuk maju dan tidak menyerah, apapun rintangannya

#VelvetNews #VelvetMusic #velvetfigure

#Martindjong #drummer #vlog #tezasumendraandthestepbrothers #tezasumendra #nanfengnusantara #thestepbrothers #drum #passion #lovemusic #indonesia #localheroes #drummerindonesia #pemusikindonesia

About Us | Privacy Policy | Term and Conditions | FAQ | Partnership

  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • instagram_logo_white