Apakah Para Pemakai "Supreme" Mengetahui Hal Ini?


Kalian pasti sudah tahu brand streetwear SUPREME. Tapi, apakah kalian yang memakai dan membelinya dengan menghabiskan duit jutaan rupiah mengerti apa sebenarnya merk Supreme ini?

Brand yang terkenal dengan kotak berwarna merah dan tulisan putih ini didirikan oleh james jebbia di tahun 1994.Namun supreme baru terkenal di tahun 2000an karena mereka mengalami krisis ekonomi pada saat itu. Ketiba Jebbia masih muda berumur 18 tahun, ia bekerja di pabrik Duracell. Ia adalah penggemar penyanyi T.Rex dan Bowie. Pada suatu waktu, ia membranikan dirinya menghabiskan uangnya untuk melakukan perjalanan ke London. Di London, dia membeli baju disebuah toko yang akhirnya ini menjadi inspirasinya untuk membuat brand Supreme.

Supreme sendiri dibuat bukan berawal dari sebuah brand yang direncanakan secara matang bertahun-tahun. Ketika Jebbia berumur 19, dia bekerja di sebuah toko menjadi sales assistant yang bernama "Union" yang menjual brand clothing yang didesain oleh Shawn Stussy, dia adalah seorang skateboarder dan surfer. Pada suatu waktu, Shawn Stussy menyatakan dirinya pensiun. "Now what the hell am i going to do?" kata Jebbia. Setelah itu, dia memutuskan untuk membuat toko skate di Lafayette Stret dan toko inilah yang menjadi toko Supreme pertama kali.Sekarang, Supreme telah memiliki toko resmi di berbagai negara yaitu Tokyo, London, Paris, dan lainnya.


Nama supreme sendiri dipakai jebbia bukan ingin dijadikan sebagai merk,dia hanya memikirkan bahwa supreme adalah nama yang keren untuk digunakan sebagai nama toko.


Supreme sendiri menggabungkan hip-hop,punk rock dan elemen skateboard dalam produknya menjadikan legenda tersendiri di ranah pecinta limited streetwear, mengingat belum banyak yang menjual produknya yang asli di Indonesia.


Selain mengeluarkan rilisannya sendiri tiap musim, Supreme kerap membuat kejutan dengan berkolaborasi bersama berbagai pihak. Dan kejutan menyenangkan dari Supreme ini tidak hanya berkutat di pakaian saja. Supreme sempat membuat kolaborasi dalam bentuk sneakers, topi, asbak, korek api, batu bata, dan lainnya.


Beberapa nama besar yang sempat berkolaborasi dengan Supreme adalah Larry Clark, Terry Richardson, Lady Gaga, Tera Patrick, Kate Moss, Odd Future, Glassjaw, Kaws, Futura 2000, Damien Hirst, Takashi Murakami, dan Jeff Koons.

Supreme juga sempat membuat produk-produk bombastis bersama merek-merek lain seperti Nike, Vans, Clarks, The North Face, Levi’s, Timberland, Thom Browne, dan WTAPS.


Salah satu strategi penjualan Supreme adalah "limited" dia tidak memproduksi produknya secara massal, tapi dia hanya menjual produknya sedikit. Dengan kelangkaannya itu, publik rela membeli dengan harga yang cukup mahal.


#VelvetNews #VelvetFashion

#Supreme #Clothing #skater #Streetwear

About Us | Privacy Policy | Term and Conditions | FAQ | Partnership

  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • instagram_logo_white