Tag: Robot

Terkendala Dana Perkembangan Robot di Indonesia

Terkendala Dana Perkembangan Robot di Indonesia – Dr. Ir. Wahidin Wahab M.Sc., seorang pakar robotika, mengungkapkan bahwa meskipun pengetahuan robotika di Indonesia tidak kalah dengan negara-negara lain, namun penelitian robot di velvetmedia.id Indonesia masih terkendala dana terutama dalam pembuatan perangkat keras.

Dalam pengembangan robot humanoid Nao yang diproduksi Perancis, biaya pembuatannya bahkan bisa mencapai dua kali lipat harga jual robot tersebut. Namun, sebagai alternatif, Wahidin menyarankan agar aspek-aspek lain dalam dunia robotika seperti pengembangan algoritma dapat dikembangkan terlebih dahulu.

Hal ini dimaksudkan agar ketika dana mencukupi untuk pembelian perangkat keras, pengembangan lainnya sudah dapat dilakukan. Selain itu, Wahidin juga melihat bahwa robotika dapat menjadi media untuk memacu penguasaan teknologi seperti mesin, elektronika, dan komputer.

Baca juga: 7 Cara Sederhana untuk Buktikan Bahwa Bentuk Bumi Itu Bulat

Meskipun dalam lima tahun terakhir, robotika Indonesia telah mengalami kemajuan yang pesat terlihat dari semakin banyaknya kompetisi pembuatan robot yang dimenangi oleh peserta dari Indonesia, namun masih terdapat keterbatasan dalam hal kualitas robot yang dibuat. Oleh karena itu, Wahidin sedang mengumpulkan para pakar, dosen, dan penggemar robotika dalam Asosiasi Robotika Indonesia yang diharapkan dapat mendorong kemajuan robotika di Indonesia.

Dalam upaya untuk mengembangkan sains dan teknologi di Indonesia, Wahidin menilai bahwa robotika dapat menjadi salah satu bidang yang dapat dimajukan. Harapannya, dalam 5-10 tahun ke depan, teknologi Indonesia dapat lebih maju dengan kemajuan di bidang robotika.

Robot ini Bisa Mencair dan Memadat Kembali, Seperti Terminator!

Robot ini Bisa Mencair dan Memadat Kembali, Seperti Terminator! – Sebuah tim ilmuwan telah berhasil menciptakan robot mini yang memiliki kemampuan untuk mengubah bentuk dari cair ke padat dan sebaliknya, hasil dari penelitian yang menggabungkan sains dan teknologi. Robot velvetmedia.id ini memiliki perilaku yang bisa dikontrol, dapat bergerak aktif untuk lompat, memanjat, serta mengecilkan ukuran karena bersifat magnetis dan dapat menghantarkan listrik. Penemuan ini dianggap mirip dengan robot pembunuh T-1000 dari serial film “The Terminator”, yang bisa berubah bentuk menjadi cair dan melewati berbagai penghalang dengan ukuran sempit, sehingga menjadi lawan yang menyeramkan.

Terinspirasi dari teripang, para insinyur yang merancang robot mini ini ingin memberikan kemampuan robot untuk beralih antara keadaan cair dan padat, sehingga memberikan lebih banyak fungsi. Meskipun robot ini memiliki kelembutan yang tidak dimiliki oleh robot tradisional pada umumnya, namun kelemahannya adalah tidak sekuat dan secepat robot padat dan gerakannya tidak mudah dikendalikan.

Penelitian ini dipimpin oleh Chengfeng Pan, seorang insinyur di The Chinese University of Hong Kong, dan hasilnya telah dipublikasikan di jurnal Matter berjudul “Magnetoactive liquid-solid phase transitional matter” pada 25 Januari 2023. Dengan adanya hasil penelitian ini, para ilmuwan berharap dapat memecahkan beberapa masalah medis dan teknik yang sangat spesifik dengan cara yang lebih praktis.

Sebuah tim insinyur telah mengembangkan robot yang dapat digunakan dalam konteks biomedis dan pembantu perbaikan material. Dalam penerapannya di bidang medis, robot ini dapat membantu dalam pembedahan pasien dengan mengeluarkan benda asing dari perut dan mengirimkan obat ke titik yang sama. Carmel Majidi, seorang teknisi mekanik dari Carnegie Mellon University, mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menjelajahi kemungkinan penggunaan robot ini dalam konteks biomedis.

Selain itu, robot ini juga dapat digunakan sebagai penyolder pintar untuk perakitan dan perbaikan sirkuit nirkabel yang sulit dijangkau. Dalam hal ini, robot ini bertindak sebagai solder dan konduktor. Pengembangan robot ini adalah contoh nyata bagaimana sains dan teknologi dapat menghasilkan produk yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam bidang sains dan teknologi, para peneliti terus berupaya untuk mengembangkan robot yang lebih canggih dan multifungsi. Salah satu inovasi terbaru adalah pengembangan robot yang dapat berubah bentuk menjadi ‘sekrup’ mekanis universal untuk merakit komponen sirkuit yang sulit dijangkau.

Untuk mengatasi kekurangan purwarupa robot kecil ini, tim peneliti menggunakan bahan logam galium yang disematkan dengan mikropartikel magnetik kecil yang disebut sebagai mesin transisi fase padat-cair magnetoaktif (MPTM). Partikel magnetik tersebut memiliki dua peran, salah satunya adalah membuat material responsif terhadap medan magnet bolak-balik sehingga material dapat dipanaskan dan menyebabkan perubahan fasa.

Dengan adanya robot ini, diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat proses merakit komponen sirkuit yang sulit dijangkau. Inovasi ini menunjukkan betapa pentingnya peran sains dan teknologi dalam mengembangkan solusi yang lebih efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Baca juga: Limbah Padi Indonesia Disulap Menjadi Energi Listrik Berbiaya Rendah

“Partikel magnetik memberikan kemampuan mobilitas bagi robot dan respons terhadap medan magnet,” ungkapnya. Mekanisme ini berbeda dari material pengubah fase yang memerlukan arus panas dan sumber panas lainnya untuk mengubah benda padat menjadi cair. Materi baru ini dapat menawarkan bentuk cair yang lebih encer dibandingkan dengan bahan pengubah fase lainnya yang cenderung lebih kental.

Sebelum mengeksplorasi aplikasi potensialnya, tim melakukan pengujian pada mobilitas dan kekuatan material dalam berbagai konteks. Dengan bantuan medan magnet, robot dapat melompati parit, memanjat dinding, dan bahkan membelah diri menjadi dua untuk secara kooperatif memindahkan objek lain sebelum kembali bersatu.

Dalam video yang ditampilkan, robot berbentuk manusia mampu membentuk dan melarutkan cairan melalui kisi-kisi sebelum kembali ke bentuk awalnya. Saat ini, teknologi sains ini menunjukkan potensi yang besar dan dapat membawa kontribusi besar di masa depan. Anda dapat melihat kemampuan robot tersebut dengan mengeklik tautan ini.

Prototipe Robot Bawah Air Terinspirasi Ubur – Ubur Untuk Membersihkan Lautan Dunia

Prototipe Robot Bawah Air Terinspirasi Ubur – Ubur Untuk Membersihkan Lautan Dunia – Para peneliti di bidang sains dan teknologi kini telah berhasil mengembangkan robot bawah air terbaru yang terinspirasi oleh ubur-ubur. Diharapkan suatu saat nanti robot mirip ubur-ubur ini dapat digunakan untuk mengumpulkan sampah yang terdapat di dasar laut. Dengan prototipe robot yang hampir bebas kebisingan ini, robot dapat menjebak objek di bawah tubuhnya tanpa kontak fisik yang dapat membahayakan lingkungan, terutama di sekitar terumbu karang yang sangat sensitif. Jellyfish-Bot ini diharapkan dapat menjadi alat penting untuk membersihkan lingkungan bumi dari pencemaran sampah.

Dalam upaya untuk mengatasi gundukan sampah yang ditemukan di lingkungan laut yang kompleks dan tidak terstruktur, para ilmuwan di Max Planck Institute for Intelligent Systems (MPI-IS) di Stuttgart mencari inspirasi dari alam. Dengan memanfaatkan teknologi terbaru, mereka berhasil mengonfigurasi robot seukuran tangan yang terinspirasi ubur-ubur, serbaguna, hemat energi, dan hampir bebas kebisingan. Hal ini menjadi suatu terobosan penting dalam bidang sains dan teknologi yang memungkinkan robot untuk melakukan interaksi velvetmedia.id dengan lingkungan laut yang lebih aman dan efisien.

Dalam konteks yang lebih luas, dengan sebagian besar permukaan bumi yang tertutup oleh lautan, pencemaran sampah menjadi masalah yang semakin mendesak untuk diatasi. Oleh karena itu, pengembangan teknologi robot bawah air yang aman dan efisien seperti Jellyfish-Bot ini sangat penting untuk perbaikan lingkungan di bumi. Dengan demikian, para peneliti di bidang sains dan teknologi dapat memberikan kontribusi yang positif dalam menjaga keberlangsungan dan keberlangsungan lingkungan bumi.

Jellyfish-Bot merupakan buah kolaborasi antara departemen Kecerdasan Fisik dan Material Robotik di MPI-IS dalam bidang sains dan teknologi. Laporan penelitian robot ini yang berjudul “Platform Robotik Serba Guna Ubur-Ubur untuk Propulsi dan Manipulasi Bawah Air yang Efektif” telah diterbitkan di jurnal Science Advances.

Dalam pembuatan robot ini, tim peneliti menggunakan aktuator elektrohidraulik yang berfungsi sebagai otot buatan yang menggerakkan robot. Adapun bantalan udara serta komponen lunak dan kaku dibuat untuk menstabilkan robot dan membuatnya tahan air.

Dengan cara ini, robot dapat berenang dengan anggun dan membuat pusaran di bawah tubuhnya. Selain itu, robot ini juga dapat mengumpulkan sampel biologis yang rapuh seperti telur ikan dan objek seperti partikel limbah.

Tak hanya itu, interaksi dengan spesies air lembut juga hampir bebas kebisingan sehingga tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Dengan demikian, teknologi yang dihasilkan dari penelitian robot ini memberikan banyak manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Tim peneliti telah mengembangkan Jellyfish-Bot dengan teknologi yang canggih di bidang sains dan teknologi. Dalam langkah pertama, mereka mengembangkan robot dengan satu elektroda dan enam lengan. Kemudian, dalam langkah kedua, tim membagi elektroda tunggal menjadi beberapa kelompok terpisah untuk menggerakkan robot secara mandiri. Hasilnya, empat lengan berfungsi sebagai baling-baling, dan dua lainnya sebagai gripper untuk menggenggam objek. Selain itu, robot juga dapat diarahkan ke arah yang berbeda dengan menggerakkan sebagian lengan.

Baca juga: Perjalanan Penemuan Es Krim Tahan Leleh

Tim peneliti juga telah mencoba mengoperasikan beberapa robot secara kolektif. Mereka bahkan berhasil mengambil topeng yang sangat sulit diangkat hanya oleh satu robot saja. Selain itu, dua robot dapat bekerja sama dalam membawa beban berat. Namun, saat ini, Jellyfish-Bot masih membutuhkan kabel untuk bergerak. Oleh karena itu, para peneliti sedang berupaya untuk menciptakan versi robot tanpa kabel. Mereka telah memasukkan semua modul fungsional seperti baterai dan komponen komunikasi nirkabel untuk memungkinkan manipulasi nirkabel di masa depan.

Tim peneliti telah memasang unit daya apung di bagian atas robot dan baterai serta mikrokontroler di bagian bawah. Mereka bahkan berhasil mengarahkan robot untuk berenang di kolam kampus Max Planck Stuttgart. Namun, mereka belum dapat mengarahkan robot nirkabel tersebut untuk mengubah arah dan berenang ke arah lain. Namun, para peneliti yakin bahwa dengan upaya pengembangan yang terus berlanjut, robot nirkabel tersebut dapat diarahkan ke arah yang diinginkan di masa depan. Dengan teknologi yang semakin canggih, para peneliti berharap dapat menciptakan robot yang lebih efisien dan dapat membantu dalam berbagai bidang di masa depan.